Biasanya, setiap hari kamis ada sebuah tradisi yang disebut “kamis ke bioskop” bagi orang-orang yang ingin menonton perdana film bioskop pilihannya yang baru rilis.

Begitu juga dengan hari kamis kemarin. Ada 1 film sebenarnya yang sangat ingin saya tonton sejak melihat teaser pertamanya di youtube.

yaitu film Dua Garis Biru,

Film ini mengambil tema tentang kehamilan diluar nikah remaja SMA yang jika saya liat dari tayangan teasernya bukanlah anak-anak nakal dengan pergaulan bebas, rokok, alkohol atau kehidupan malamnya. Tetapi mungkin karena kurang pahamnya mereka tentang sex education (mungkin ya, karena saya belum nonton juga 🙁 )

Inilah yang menurut saya menarik. Selain dari tema yang diangkat, keinginan menontonnya semakin menjadi-jadi setelah melihat breakdown film ini dari channel youtube Kincir – Cinema Club dengan pemberian rank 9/10.

Dulu, saat masih jaman kuliah (saat masih muda juga). saya juga pernah membuat sebuah film pendek tentang kehamilan diluar nikah. Hanya saja tidak menggambarkan sudut pandangnya dari banyak sisi (seperti yang saya tangkap dari hasil breakdown diatas), mulai dari yang sisi cewek, cowok dan juga keluarga dari kedua belah pihak.

Film pendek saya dan teman-teman ini hanya dari sudut pandang si cewek dan juga orang tuanya yang lebih ke kahamilan, kasta dan juga nama baik keluarga ketimbang psikologis dari anak ceweknya yang sedang hamil 🙁

Bagi yang penasaran dengan film pendek buatan saya dan teman-teman di kampus tersebut bisa cek disini ya, atau filmnya juga ada di youtube. (diupload karena menang salah satu lomba film di Bali)

Oke, cukup promo film sendiri dan balik ke Dua Garis Biru 🙂

Dalam breakdown di channel kincir, film ini memiliki bagian-bagian yang sangat menarik. Mulai dari metafora penggunaan buah stroberi sebagai simbolisasi dari anak (buah hati) serta tehnik pengambilan gambar one shot yang bisa menjaga emosi dari penonton. (mirip-mirip opening dari film Catatan Akhir Sekolah)

Katanya juga tehnik one shot yang digunakan ada yang langsung (mempertahankan 1 mood dalam 1 shot dengan waktu yang cukup lama) dan ada juga yang seamless (adanya perubahan mood selama one shot berlangsung) gitu sih katanya.

Sebenarnya pada tahun 2008an gitu ada juga film yang menggunakan tema yang sama dengan Dua Garis Biru. Judulnya MBA (Married By Accident) 2008. Film ini juga menarik, karena konfliknya terjadi bukan karena mereka diceritakan nakal dari awal, tetapi terjadi karena lingkungan sekitarnya yang membuat mereka ‘mencoba’ berbuat nakal.

Jadi bagaimana? ada keinginan nonton Dua Garis Biru? dari hasil breakdown nya saja sudah menarik. Atau coba cari-cari dan nonton film MBA?

Share ya pengalaman kalian yang sudah menonton salah satu atau kedua film ini di kolom komentar 🙂

Komentar